[email protected] +62 858-9028-1080

Kisah Inspiratif Wakaf Air Utsman bin Affan

Wakafalazhar – Utsman bin Affan adalah salah satu sahabat nabi yang bisa kita ambil pelajarannya. Diriwayatkan pada masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, kota Madinah pernah mengalami paceklik hingga kesulitan air bersih. Pada masa itu kaum Muhajirin sudah terbiasa minum dari air zamzam di Mekah, satu-satunya sumur yang tersisa hanyalah milik seorang Yahudi, yaitu sumur Raumah.

Memiliki rasa yang mirip dengan air zamzam di Mekah, kaum Muhajirin rela antri untuk membeli air bersih dari Yahudi tersebut, kemudian Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Wahai Sahabatku, siapa saja di antara kalian yang menyumbang kan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapatkan surgaNya Ta’ala” HR. Muslim

Lalu Utsman bin Affan Radhiyallahua’nhu yang kemudian segera bergerak untuk membebaskan sumur Raumah itu. Namun, walau sudah diberi penawaran yang tertinggi sekali pun, Yahudi pemilik sumur tetap menolak menjualnya, “Seandainya sumur ini saya jual kepadamu wahai Utsman, maka aku tidak memiliki penghasilan yang bisa aku peroleh setiap hari,” demikian Yahudi tersebut menjelaskan alasan penolakannya.

Utsman bin Affan yang ingin sekali mendapatkan balasan pahala berupa surga tidak kehilangan cara mengatasi penolakan Yahudi ini.

Ia pun membeli setengah sumur itu dan memilikinya secara bergantian. Akhirnya pemilik sebelumnya setuju menerima tawaran Utsman tadi dan disepakati pula hari itu juga separuh dari Sumur Raumah adalah milik Utsman.

Utsman pun segera mengumumkan kepada penduduk Madinah yang mau mengambil air di Sumur Raumah untuk mengambil air dengan gratis karena hari ini sumur Raumah adalah miliknya.

Seraya ia mengingatkan agar penduduk Madinah mengambil air dalam jumlah yang cukup untuk dua hari, karena esok hari sumur itu bukan lagi milik Utsman.

Keesokan hari Yahudi mendapati sumur miliknya sepi pembeli, karena penduduk Madinah masih memiliki persedian air di rumah.

Yahudi itupun mendatangi Utsman dan menawarkan untuk menjual sumur itu dengan harga yang sama. Utsman yang setuju lalu membelinya seharga 20.000 dirham, maka sumur Raumah pun menjadi milik Utsman seutuhnya.

Kemudian Utsman bin Affan mewakafkan sumur Raumah, sejak saat itu sumur bisa dimanfaatkan oleh siapa saja, termasuk kaum Yahudi.

 

Wakaf Sumur Bor di Wakaf Al Azhar

Meneladani sahabat Nabi, Utsman bin Affan yang begitu dermawan, yuk berwakaf di Wakaf Al Azhar Membebaskan masyarakat yang kesulitan akses air bersih karena kekeringan dengan pembangunan Sumur Bor.

Program ini telah dijalankan oleh Wakaf Al Azhar dan telah membangun di beberapa titik di Indonesia, ikutan yuk, kamu bisa wakaf mulai dari berapa saja dengan klik di SINI

Lorem Ipsum

Leave Your Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *