WAKAF AHLI MUSYTARAK

Wakaf ahli musytarak adalah wakaf kombinasi antara wakaf ahli dan wakaf khairi dimana manfaat atau hasil wakaf sebagiannya diperuntukan bagi kesejahteraan umum dan sebagiannya lagi diperuntukan bagi keluarga wakif, contohnya seseorang mewakafkan toko miliknya dengan menetapkan bahwa 50% hasil dari pengelolaan toko untuk anak-anaknya dan 50% lagi untuk orang miskin.

Pengertian wakaf musytarak yang telah disebutkan di atas dipahami dari praktik wakaf yang dilakukan oleh Umar bin Khattab yang mewakafkan tanahnya di Khaibar setelah mendapat petunjuk dari Rasulullah. Umar bin Khattab membagikan hasil pengelolaan tanah itu kepada orang-orang fakir, sanak kerabat, budak, sabilillah, ibnu sabil, dan tamu sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis Rasululah yang artinya: Dari Ibnu Umar r.a., berkata bahwa Umar r.a. memperoleh sebidang tanah di Khaibar. Ia lalu menghadap Rasulullah SAW untuk memohon petunjuknya apa yang sepatutnya dilakukan terhadap tanah tersebut. Umar berkata kepada Rasulullah SAW: Ya Rasulullah, saya memperoleh sebidang tanah di Khaibar dan saya belum pernah mendapat harta lebih baik dari tanah di Khaibar itu. Karena itu, saya mohon petunjukmu tentang apa yang sepatutnya saya lakukan pada tanah itu. Rasulullah bersabda: Jika mau, kamu tahan pokoknya dan kamu sedekahkan (hasil)nya. Kemudian Umar menyedekahkan (mewakafkan) tanah tersebut (dengan mensyaratkan) bahwa tanah itu tidak dijual, tidak dihibahkan, dan tidak diwariskan. Ia menyedekahkan (hasilnya) kepada orang-orang fakir, sanak kerabat, budak, sabilillah, ibnu sabil, dan tamu. Tidak berdosa atas orang yang mengelolanya unuk memakan dari (hasil) tanah itu dalam batas-batas kewajaran atau memberi makan (kepada orang lain) tanpa menjadikannya sebagai harta milik (HR. Muslim).

Dalam hadis tersebut, penerima manfaat (mawquf alaih) terbagi menjadi dua yaitu sanak kerabat yang berarti wakaf ahli dan bukan sanak kerabat yang berarti wakaf khairi sehingga wakaf yang dilakukan oleh Umar bin Khattab tergolong sebagai jenis wakaf musytarak. Hadis tersebut juga menjadi landasan keabsahan praktik wakaf musytarak secara syariah serta menjadi pendorong seseorang melakukan perbuatan wakaf untuk kepentingan masyarakat atau kesejahteraan umum, dengan tetap dapat mengikutsertakan keluarga sebagai penerima manfaat wakaf.

Program wakaf ahli musytarak :

Wakaf Wasiat Polis Asuransi (janji wakaf)
Wakaf Wasiat Polis Asuransi Syariah adalah adalah wakaf berupa polis asuransi syariah yang mana nilai investasinya dan atau manfaat asuransinya diwakafkan oleh tertanggung utama. Hanya saja dengan sepengetahuan ahli waris. Wakaf asuransi syariah bertujuan untuk pemanfaatan asuransi 7 berinvestasi melalui lembaga pengelola wakaf, yang nantinya memiliki hasil dan manfaat, kemudian manfaat tersebut dapat digunakan untuk kemaslahatan ummat.

Anda berminat silahkan hubungi kami atau agen asuransi anda.

  • Info lebih lanjut hubungi: (021) 739 6232 ext 253
  • Alamat kantor : Komplek Masjid Agung Al Azhar, Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 11120
  • Konsultasi Wakaf : 0852 1996 1007

Kunjungi kami di FB/IG/TWITTER : Wakaf Al Azhar

Salurkan Wakaf Anda Yang Terbaik
Bank Syariah Mandiri: 701 500 555 8
Bank BNI Syariah:  221 210 712 2
Bank Muamalat: 324 000 124 0
Bank BCA Syariah: 070 301 466 3
Bank Mandiri : 126 000 711 115 5
Rekening Atas Nama : YPI AL AZHAR